🧠 Mental Models · 4 menit baca
🧱 First Principles
Bongkar masalah sampai ke bahan dasarnya, terus rakit ulang dari nol.

Intinya dalam 30 detik
Kebanyakan orang mikir pakai analogi: "biasanya begini", "orang lain juga gitu", "dari dulu caranya memang begitu". Cepat, tapi kamu cuma nurunin kesimpulan orang lain — lengkap dengan salahnya.
First principles kebalikannya: bongkar masalah sampai ke fakta paling dasar yang nggak bisa dibantah, terus bangun jawabanmu sendiri dari situ. Elon Musk pakai ini pas semua orang bilang roket itu mahal: dia hitung harga bahan mentahnya — ternyata cuma 2% dari harga roket jadi. Sisanya? Kebiasaan industri.
Contoh sehari-hari
"Nikah itu butuh ratusan juta." Bener? Bongkar: yang wajib secara agama dan hukum itu apa aja? Penghulu, mahar, saksi, dua keluarga. Sisanya — gedung, katering 1.000 porsi, suvenir — itu ekspektasi sosial, bukan syarat. Kamu boleh tetap milih pesta besar, tapi sekarang itu PILIHAN, bukan keharusan.
"Aku nggak mungkin resign, umurku udah 35." Bongkar: fakta dasarnya apa? Kamu butuh sekian juta per bulan buat hidup, punya skill X, punya tabungan Y bulan. Dari fakta itu, susun opsi — bukan dari kalimat "udah telat" yang nggak pernah kamu periksa.
Kapan dipakai (dan kapan jangan)
First principles itu mahal — mikirnya lama. Jangan dipakai buat milih tempat makan siang. Pakai buat keputusan besar yang jarang: karier, bisnis, pindah kota, atau saat semua orang bilang "nggak bisa" tapi nggak ada yang bisa jelasin kenapa.
Implementasi minggu ini
Cara makainya — bukan cuma tahu
- 1Ambil satu "aturan" yang kamu percaya soal kariermu. Tulis: fakta dasarnya apa? Mana yang cuma kebiasaan?
- 2Tiap dengar "nggak mungkin", tanya: nggak mungkin secara fisika, atau nggak mungkin secara kebiasaan?
- 3Latihan lima kenapa: tanya "kenapa?" lima kali berturut-turut ke satu masalahmu — biasanya akar aslinya baru muncul di kenapa ketiga.