🪤 Bias Kognitif · 3 menit baca
🕳️ Sunk Cost Fallacy
"Nanggung, udah setengah jalan" — kalimat yang paling banyak nyandera hidup orang.

Intinya dalam 30 detik
Uang, waktu, dan tenaga yang udah keluar itu namanya sunk cost — biaya karam. Mau kamu lanjut atau berhenti, dia nggak balik. Logikanya: keputusan hari ini harusnya CUMA nimbang masa depan.
Tapi otak kita benci ngaku rugi. Jadi kita terusin film jelek karena udah bayar tiket, terusin proyek gagal karena udah keluar miliaran, terusin hubungan yang mati karena "udah 5 tahun bareng". Padahal yang kita selamatkan bukan investasinya — cuma gengsinya.
Contoh sehari-hari
Kuliah 3 tahun di jurusan yang salah. "Nanggung, tinggal setahun." Mungkin benar lanjut itu optimal — tapi hitungannya harus: setahun ke depan + ijazah ini berguna nggak buat arah baruku? BUKAN "sayang 3 tahunnya". Tiga tahun itu udah karam, dia nggak ikut voting.
All you can eat: udah bayar 150 ribu, maksa makan sampai mual. Uangnya udah hilang dari tadi — sekarang kamu nambah penderitaan di atas kerugian. Dua kali rugi.
Kalimat penyelamat
Tanya begini: "Kalau aku BARU mulai hari ini — belum keluar uang, belum keluar waktu — apakah aku bakal milih masuk ke situasi ini?" Kalau jawabannya nggak, kamu bukan lagi berjuang. Kamu lagi nyicil kerugian biar nggak kerasa.
Implementasi minggu ini
Cara makainya — bukan cuma tahu
- 1Inventaris: satu hal yang kamu terusin CUMA karena udah kebanjur (langganan? proyek? kebiasaan?). Pakai tes "kalau mulai hari ini" ke dia.
- 2Latihan berhenti kecil: tinggalin buku yang jelek di halaman 100, walkout dari film jelek. Otot "berani rugi kecil" ini yang nyelametin kamu dari rugi besar.
- 3Pisahin dua kalimat: "aku udah invest banyak" (masa lalu, karam) vs "prospek ke depannya bagus" (masa depan, valid). Cuma yang kedua yang boleh jadi alasan lanjut.